Minggu, 01 Desember 2013

WARNA - WARNI KEMERDEKAAN


17-an merupakan kegiatan yang biasa di gelar oleh SMAN 67 setiap tahun, tempat Rama dan teman-temannya sekolah. 17-an akan digelar lomba-lomba mengenai segala macam kegiatan yang berhubungan dengan perjuangan dan kreasi. Maka dari itu kebanyakan siswa tertarik dengan acara ini. Ada juga yang mendirikan stand didepan kelas dan dipinggir lapangan yang dapat menunjukan bakat berwirausaha, diantaranya stand yang menjual makanan dan minuman, stand yang menjual buku-buku atau pun hasil karya mereka.

“AAAAAAAAAAAAAAAARRGGH!!!!!!” teriakan Cindy yang kakinya kepentok pintu kelas.

“Iiiiiiih…” keluh Lina dengan ekspresi muka kesal

“eebuseh, suara lu udeh kayak kaleng rombeng” protes Ardan.

“tau nih, ayak dulu apa biar indah tuh suaranya, merusak pendengaran tau” timpal Dodo.

“elo semua ngeledek ya!!” bentak Cindy.

“kita bukannya ngeledek, tapi intropeksi dikit dong suara lo kayak apa..” bantahan Lina.

Perdebatan mereka hanya sebentar, karena OSIS dan wali kelas masuk. Semuanya langsung duduk dibangku masing-masing. Ketua OSIS berbicara didepan kelas.

“Assalamu’alaikum Wr.Wb. Sabtu depan tepatnya tanggal 17 Agustus 2013 adalah hari kemerdekaan Dirgahayu 68. Nah, sekolah kita mengadakan acara 17-an setelah upacara bendera di sekolah.  Kira-kira disini ada yang mau ikut lomba?”.

“lomba yang diadain apa aja?” Tanya Rama.

“trus ditentuin gak batasnya, berapa perwakilan yang bisa ikut?” Tanya Rara.

“lomba yang diadakan diantaranya adalah lomba nyanyi, solo maupun band, lomba tari tradisional, lomba fashion show, lomba puisi. perwakilan tiap kelas maksimal 6 orang” jawab OSIS.

“kalo lomba fashion show itu pakaiannya bebas?” Tanya Lina.

“untuk fashion show itu temanya perjuangan/kemerdekaan. Pakaian dan property yang dipakai bertemakan perjuangan/kemerdekaan, jadi harus sekreatif mungkin” jawab OSIS.

“gimana? ada yang mau mengikuti lomba?” Tanya OSIS.

“Ra, lo nyanyi aja, kan suara lo bagus, gak sember kayak si rombeng” ujar Lina.

“hehehe… kenapa harus gue?” jawabnya Rara dengan heran.

“yaelah mending gue yang nyanyi, gue PD gak kayak lo yang sok malu-malu” sambung Cindy.

“dihhh, lo PD tapi suara lo? haduh bahaya banget bagi perdengaran” bantah Dodo.

“hehhh, lo urus aja tuh badan lo yang kayak gajah hahaha”

Ketika Cindy tertawa, mereka serentak menutup hidung… Cindy pun langsung jutek dan terdiam.

“kalo gue sih lomba makan kerupuk aja, yakin banget gue menang” saut Dodo.

“oke tenang, berdasarkan pantauan saya, yang akan ikut lomba adalah Rara bernyanyi berkolaborasi dengan Rama yang bermain suling karena alunannya memang sangat merdu, Dodo lomba makan kerupuk” keputusan Bu Okta.

“Dan, lo ikut lomba fashion show yuk sama gue..” ajak Lina.

“hmm iye dah Lin, gue mah oke oke aje yekan haha” jawab Ardan.

“apakah ada lagi yang ingin ikut lomba?” Tanya OSIS.

“saya sama Ardan dong, lomba fashion show” jawab Lina.

”oke sekian dan terima kasih, Assalamu’alaikum      Wr. Wb.

“wa’alaikumsalam” serentak anak-anak dikelas.

“baiklah, kalian harus tetap kompak dan saling kerja sama ya, bagi yang ikut lomba, kalian harus berlatih terus ya supaya dapat hasil yang maksimal” ujar Bu Okta.

“itu udah pasti dong bu” jawab Dodo.

“kita harus keep solid ya guys” samber Ardan.

“teman-teman, semangat pagi!!” sambung Rama.

“SEMANGAT!!!” serentak anak-anak dikelas.

Disetiap jam istirahat dan pulang sekolah, Rama, Ardan, Rara, dan Lina latihan. Dengan dibantu oleh siswa yang lainnya.

“ayoo kita mulai latihannya” sautan Ardan.

“SIAAAAP!!” serentak.

Mereka latihan, setelah pulang mereka pun menyiapkan pakaian yang akan di pakai di hari kemeredekaan.
“lo ade baju perjuangan yang kayak jaman dulu ntu kagak?” Tanya Ardan.

“gak ada gue Dan, gue pake dress batik aja, kan gue cinta banget sama batik” jawab Lina.

“yah lo enak doyan batik, trus lo juga ada batik, lah pan gue kagak ade, dimane yeh gue nyari begituan?” ujar Ardan.

“kalem bro, nyewa aja di toko-toko gitu Dan” samber Rama.

“kalo gak nanti gue bantuin cari deh Dan, ya semoga aja ada” sambung Dodo.

“okelah, ngarep banget gue sebelum H-1 udeh nemu tuh baju” jawab Ardan.

Hari-hari pun semakin mendekati hari kemerdekaan… Mereka sedang berkumpul di depan kelas.

“Dann, lo lagi nyari baju perjuangan yah? dideket rumah gue ada yang nyewain tuh, lo mau gak?” Niki menawarkan kepada Ardan.

“yang bener Nik? gue mau deh..” jawab Ardan dengan gembira.

“iya bener, nanti lo ke sanggar deket rumah gue aja, disitu sewanya, kemarin gue tanya” ujar Niki.

“sip sip.. thanks banget yeh” jawab Ardan.

“sekarang udah H-1, besok udah hari H. Apa kalian sudah siap semua?” Tanya Bu Okta.

“SIAAP! Bu Okta..” Rama, Ardan, Rara, Lina, Dodo serempak menjawab.

Akhirnya… sudah hari Hari Kemerdekaan
Upacara Bendera di SMAN 67 pun berlangsung dengan tertib.
Upacara pun selesai tepatnya pukul 08.00 WIB. Panitia mulai merapikan lapangan. Kami pun bersiap-siap. Acara 17-an pun dimulai pukul 08.30 WIB. #jengjenggggg

Rama, Ardan, Rara, Lina, Dodo, Niki, Erni, Aris, Cindy dan anak-anak yang lain sedang berkumpul didepan kelas XI-2, kelas mereka. Dan 2 orang panitia menghampiri, untuk memberikan informasi kapan waktu lomba akan dimulai.

“hey, Dodo sebentar lagi lomba kerupuk dimulai, siap-siap ya, Rama sama Rara nanti lomba nyanyi kira-kira mulai pukul 10.00 WIB. buat Ardan sama Lina lomba fashion show mulai pukul 13.00 WIB. setelah ISHOMA. oke” pemberitahuan dari panitia.

“okidoki…” jawab Lina.

“iyaa siaaaap” Rama, Ardan, Rara menjawab serentak.

“asiiiiikk makan makan makan” saut Dodo.

“makan mulu yang ada dipikiran lo, dasar Dodo embul haha” timpal Niki

Semuanya serentak tertawa terbahak-bahak….

“mending lo siap-siap dah, biar kagak grogi kalo makan krupuknye” saut Ardan.

“yoi.. udah siap banget nih gue” jawab Dodo sambil mengelus perutnya.

Lomba makan kerupuk pun dimulai, Dodo adalah peserta yang paling lahap memakan kerupuk. Teman-teman dari mereka saling bersorak soray mendukung jagoan dikelasnya. Setelah itu dimulailah lomba puisi. Setelah lomba puisi selesai tepatnya pukul 10.00 WIB. lomba musik dan nyanyi berlangsung.

“peserta nomor urut 6, Rama dan Rara dari kelas XI-2 silahkan…” saut MC.

Rara pun bernyanyi, suara merdunya membuat orang-orang yang mendengarkan terpana dengan di iringin suara suling yang Rama mainkan. Keindahan alunannya semakin enak didengar.

“ya ampun, sobat gue Rama sama Rara bikin kita semua terpesona” seru Lina yang sedang terkagum-kagum.

Lomba nyanyi selesai, waktunya ISHOMA dan mulai kembali pukul 13.00 WIB.
Lomba fashion show dimulai…

“urutan nomor 1 Ardan dari kelas XI-2 memakai seragam perjuangan” saut MC.

“urutan nomor 2 Lina dari kelas XI-2 memakai dress batik” saut MC.

Setelah itu dilanjutkan oleh kelas-kelas lain. Dan diakhiri dengan lomba tari tradisional.
MC pun menutup acara.





Penulis: Meilina Rahman

Senin, 04 Maret 2013

Sejarah Valentine Days (Say NO Valentine)



Valentine day bukan hari orang Islam. Seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain. Telah dijelaskan dalam Al- Qur'an. "Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (QS. Al-Kafirun : 1- 6).
"Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine:
Versi Pertama adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya." "Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama nashrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya.
Dalam versi kedua, Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dan kuat dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine." Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama nashrani bersama 46 kerabatnya."
"Versi ketiga menyebutkan ketika agama nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan "dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini. Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat "dengan nama tuhan Ibu" dengan kalimat "dengan nama Pendeta Valentine" sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani.
"Maha Tinggi Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang dzalim tersebut."
"Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang (Cupid) mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi”
Berkaitan dengan perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan, rasulullah SAW melarang untuk mengikuti tata cara selain Islam: "Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut." (HR. At-Tirmidzi). Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir, adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnul Qayyim berkata, "Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya Natal!" dan semisalnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti sama saja ia telah memberi selamat bahkan setuju atas perbuatan mereka yang menyembah salib. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut.
Abu Waqid radhiyallah 'anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath." Maka Rasulullah n bersabda, "Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).
Adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' (loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu'min dan membenci orang-orang kafir, memusuhi dan menyelisihi mereka. Serta mengetahui bahwa sikap seperti ini di dalamnya terdapat kemaslahatan yang tidak terhingga, sebaliknya gaya hidup yang menyerupai orang kafir justru mengandung kerusakan yang lebih banyak.
Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah; ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah As-Sunnah. Tidak ada suatu bid'ah pun yang dihidupkan kecuali saat itu ada suatu sunnah yang ditinggalkan. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka'at shalatnya membaca, "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7)
Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami .dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.
Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas Langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan: "Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku." (Al-Hadits)

Firman Allah SWT dalam Al-Quran Surah Al-Isra ayat 36 :
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggunganjawabannya."